ABSTRAK
Alamsha M. Penerapan Pendekatan Kontekstual dengan Metode Inkuiri pada Bidang Studi Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Kreativitas dan Pemahaman Siswa Kelas V di SDN . Skripsi, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah, Universitas Islam Negeri Malang.
Kata Kunci: Pendekatan Kontekstual, Inkuiri, PAI, Kreativitas, Pemahaman.
Pendidikan Agama Islam di sekolah telah mengalami kegagalan. Pendekatan dan metode belajar yang digunakan tampak masih "klasik", dalam arti masih mewariskan sejumlah materi pelajaran agama yang diyakini benar untuk disampaikan kepada anak didik tanpa memberikan kesempatan kepada mereka agar disikapi secara kritis. Metode yang digunakan masih bercorak menghafal, mekanis, dan lebih mengutamakan pengkayaan materi. Peserta didik kurang diberi kesempatan untuk memberikan alternatif jawaban-jawaban tertentu yang dapat menumbuhkembangkan kreativitasnya.
Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan merubah pendekatan dan metode dalam kegiatan belajar mengajar yang ada selama ini, dimana guru selalu diposisikan sebagai satu-satunya sumber meraih informasi (teacher centered) dan siswa bersikap pasif dalam mencari dan mengolah informasi tersebut, dengan membiasakan siswa secara kreatif (student centered) menkonstruksi sendiri pemahamannya melalui kegiatan belajar mereka. Dan pendekatan kontekstual dengan metode inkuiri merupakan salah satu alternatif untuk melakukan perubahan tersebut. Dengan penggunaan metode ini diharapkan membantu melatih siswa untuk lebih peka pada dirinya dan lingkungannya, serta secara kreatif dapat menkonstruksi pemahamannya dengan lebih baik sehingga materi pelajaran Pendidikan Agama Islam dapat dengan mudah diinternalisasikan dan dapat meningkatkan kreativitas dan pemahaman siswa.
Berangkat dari permasalahan di atas, maka secara umum permasalahan yang dirumuskan dalam penelitian ini yaitu, apakah penerapan pendekatan kontekstual dengan metode inkuiri pada bidang studi PAI dapat meningkatkan kreativitas dan pemahaman siswa kelas V di SDN Muneng II Kediri? Bagaimana pola penerapan pendekatan kontekstual dengan metode inkuiri pada bidang studi PAI yang dapat meningkatkan kreativitas dan pemahaman siswa kelas V di SDN Muneng II Kediri?
Penelitian ini dilakukan di SDN Muneng II Kediri. Dengan desain penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) jenis kolaboratif. Tahap penelitian ini mengikuti model yang dikembangkan oleh Kemmis dan Taggart, yaitu berupa suatu siklus spiral yang meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik-teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu: (1) observasi; (2) pengukuran tes hasil belajar; dan (3) dokumentasi.
Data yang bersifat kualitatif yang terdiri dari hasil observasi dan dokumentasi dianalisis secara deskriptif kualitatif, sedangkan data yang berupa angka atau data kuantitatif cukup dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan sajian visual.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan kontekstual dengan metode inkuiri pada bidang studi PAI dapat meningkatkan kreativitas dan pemahaman siswa kelas V di SDN Muneng II Kediri. Peningkatan ditandai dengan meningkatnya kemampuan siswa untuk mencetuskan suatu gagasan yang unik atau asli (keaslian), membuat suatu pertanyaan atau jawaban yang bervariasi (fleksibel), memperinci dan mengembangkan suatu gagasan (elaborasi), serta mengemukakannya (ekspresif). Peningkatan pemahaman ditandai dengan meningkatnya kemampuan siswa untuk mencerna secara cermat dan tepat (penterjemahan), membedakan, menghubungkan dan menyusun kembali suatu gagasan (penafsiran), dan kemampuan siswa untuk menetapkan suatu konsekuensi atau membuat suatu kesimpulan (ekstrapolasi). Di samping itu, data empiris juga menunjukkan peningkatan. Jumlah nilai rata-rata peningkatan kreativitas siswa, yang semula dalam pre test sebesar 1,2 meningkat sebesar 1,4 atau sebesar 16% pada siklus I. Pada siklus II, meningkat menjadi 1,8 atau sebesar 50%. Sedangkan pada siklus III, meningkat menjadi 2,2 atau sebesar 83%. Perbandingan peningkatan siklus II dibandingkan siklus I meningkat sebesar 28%, sedangkan peningkatan pada siklus III dibandingkan siklus siklus II sebesar 22%, dan jika dibandingkan siklus I meningkat sebesar 57%. Jumlah nilai rata-rata peningkatan pemahaman siswa meningkat menjadi 2,25 atau sebesar 12% pada siklus I. Pada siklus II, meningkat menjadi 2,75 atau sebesar 37%. Pada siklus III, meningkat menjadi 3,25 atau sebesar 62%. Perbandingan peningkatan siklus II dibandingkan siklus I meningkat menjadi 22%, sedangkan peningkatan pada siklus III dibandingkan siklus II meningkat sebesar 18%, dan jika dibandingkan siklus I meningkat sebesar 44%.
Dari hasil penelitian ini, peneliti memberikan beberapa saran sebagai bahan pertimbangan, antara lain: bagi guru PAI, agar dalam penerapan pendekatan kontekstual dengan metode inkuiri benar-benar efektif, guru harus secara konsisten menerapkan metode inkuiri, menggunakan media belajar, berusaha untuk mengubah kebiasaan belajar siswa dengan memberi pengertian tentang metode inkuiri, memodifikasi kegiatan belajar dengan antara lain dengan cara mengorganisir siswa untuk melakukan inkuiri secara kelompok, memberikan variasi berupa simulasi, stimulus berupa hadiah (reward), dan pemberian motivasi.
DAFTAR PUSTAKA
Arifin, Muhammad. 1996. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.
Arikunto, Suharsimi. 1998. Metodologi Research UGM Yogya: Andi Offset.
Arikunto, Suharsimi. 1998. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rhineka Cipta.
Arsyad, Azhar. 2002. Media Pembelajaran. Jakarta: PT. Raja Grafindo.
Aziz, Rahmat.2004.el-Hikmah. Jurnal Pendidikan Fakultas Tarbiyah.Vol 1. No.2. Malang: Fakultas Tarbiyah UIN Malang.
Buchori, Muchtar.1992. Posisi Dan Fungsi Pendidikan agama Islam Dalam Kurikulum Perguruan Tinggi. Malang: Makalah IKIP Malang.
Campbell, David. 1986. Mengembangkan Kreativitas. Yogyakarta: Kanisisus.
Dai'ien Amien. 1973. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Raja Grafindo.
Darajat, Zakiah, dkk. 1996. Ilmu Pendididkan Islam. Jakarta: Bumi Aksara dan Depag.
Darmaningtyas. 1999. Pendidikan Pada dan Setelah Krisis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Diana, Rachma. 1999. Hubungan antara Religiusitas dan Kreativitas Siswa Sekolah Menengah Umum. Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Departemen Agama RI.1989. Al-Qur'an dan Terjemahnya. Surabaya: Jaya Sakti.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.1995. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Drever, James.1986. Kamus Psikologi. Jakarta: Bina Aksara.
Jalaluddin. 2001. Teologi pendidikan. Jakarta: Grafindo Persada.
Rahman, Fazlur.1984. Islam. Terj.Ahsin Muhammad. Bandung: Pustaka.
Razak, Nazrudin. 1989. Dienul Islam. Jakarta: Al-Ma'arif.
Magnis Suseno, Franz.2002. Gerbang Pendidikan. Volume 7. No 33 Majalah Pendidikan. Jakarta: Lentera.
Hadis, Abdul. 1996. Ilmu Pendidikan. Jakarta. Remaja Rosdakarya.
Hasyim, Umar. 1991. Cara Mendidik Anak dalam Islam. Surabaya: Bina Ilmu.
Hartatiek, dkk. 2002 Rumus Data Kuantitatif Dalam Penelitian Tindakan Kelas. Malang: Lembaga Pengabdian Masyarakat.Universitas Negeri Malang.
Margono. 2000. Metodologi Penelitian Pendidikan: Komponen MKDK. Jakarta: Rhineka Cipta.
Mastuhu. 1994. Dinamika Sistem Pendidikan Pesantren. Jakarta: INIS.
,1999. Memberdayakan Sistem Pendidikan Islam. Jakarta: Logos.
Muhaimin, dkk. 1993. Pemikiran Pendidikan Islam. Bandung: Trigenda Karya.
, 2001. Paradigma Pendidikan Islam Upaya mengefektifkan Pendidikan Agama Islam Di Sekolah. Surabaya: PT. Remaja Rosda Karya.
Mulyasa. 2002. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Munandar, Utami. 1988. Kreativitas Sepanjang Masa. Jakarta: Sinar Harapan.
, 1999. Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat. Jakarta: Rhineka Cipta.
, 2000. Kreativitas Anak dan Strategi Pengembangannya. Indonesian Psycological Journal. Vol. 15. No. 4. 390-394. Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.
Moleong, Lexy.J. 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Narbuko, Cholid. 2002. Metodologi Penelitian. Jakarta: Bumi Aksara.
Nasution, Noehi, Dkk. 1994 Psikologi Pendidikan. Jakarta: Universitas Terbuka.
Nasution, Harun.1995. Islam Rasional.Bandung: Mizan.
Nurhadi, dkk. 2002. Pembelajaran Kontekstual Dan Penerapannya Dalam KBK. Malang: Universitas Negeri Malang.
Sardiman. 1994. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Pedoman bagi guru dan Calon Guru. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Sudarsono.2002. Filsafat Pendidikan. Jakarta: PT. Rhineka Cipta.
Sudjana, Nana. 1989. Cara Belajar Siswa Aktif dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru.
Sudjana, Nana. 1989.Penelitian Dan Penilaian Pendidikan.Bandung: Sinar Baru.
1990. Psikologi Pendidikan. Bandung: Sinar Baru.
Sudarminta. 1990. Filsafat Pendidikan. Yogyakarta: IKIP Sanata Darma.
Sudirman Dkk. 1991. Ilmu Pendidikan. Jakarta. Remaja Rosdakarya.
Suharnan. 2000. Pengaruh Pelatihan Imajeri dan Penalaran Terhadap Kreativitas. Psicological Journal.Jakarta: Anima Indonesia.
Saputro, Suprihadi. 1993. Dasar-Dasar Metodologi Pengajaran Umum: Pengembangan Proses Belajar Mengajar. IKIP Malang.
Syamsudin Makmun, Abin.2003. Psikologi Kependidikan, Perangkat Sistem Pengajaran Modul. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Tafsir, Ahmad.1994. Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Uhbiyati, Nur. 1998. Filsafat Pendidikan Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Hadi, Sutrisno. 1987. Metodologi Reseach. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.
1991. Statistik. UGM Yogya: Andi Offset.Hamdani, A. Saepul. 2003.Nizamia.Jurnal Pendidikan Dan Pemikiran Islam.Vol.6. No.20. Surabaya: Fak.Tar. IAIN Sunan Ampel Surabaya.
Kasihani. 2003. Pembelajaran Berbasis CTL. Makalah. Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang.
Sudarminta. 1990. Filsafat Pendidikan. Yogyakarta: IKIP Sanata Darma.
Sardiman. 1994. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Pedoman bagi guru dan Calon Guru. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Ratna, Wilis Dahar. 1988. Teori-Teori Belajar. Jakarta: Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan.
Roestiyah, NK. 1989. Masalah-Masalah Keguruan. Jakarta: Bina Aksara.
Sudirman, dkk. 1991. Ilmu Pendidikan. Jakarta. Remaja Rosdakarya.
Suharnan. 2000. Pengaruh Pelatihan Imajeri dan Penalaran Terhadap Kreativitas. Psicological Journal.Jakarta: Anima Indonesia.
Soedarsono, FX. 2001. Aplikasi Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Tadjab. 1994. Ilmu Jiwa Pendidikan. Surabaya: Karya Abditama.
Undang-Undang Dasar 1945. Surabaya: Jaya Sakti.
Undang Undang RI No. 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional (SISDIKNAS). Bandung: Citra Umbaran.
Soemanto, Wasty.1998. Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT. Rhineka Cipta.
Yaljan, Miqdad 1987. Potret Rumah Tangga Islami.Jakarta: Pustaka Mantiq.
Wycoff, Joyce. 2002. Menjadi Super Kreatif Melalui Metode Pemetaan Pemikiran. Bandung: Kaifa.
Zuhairini, dkk. 1991. Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.
Zuhairini, dkk. 1993. Metodologi Pendidikan Agama. Solo: Ramadhani.
Zuhairini, dkk. 1999. Metodologi Pendidikan Agama Islam. Jakarta: Bumi Aksara.
BAGI YANG MENGINGINKAN SKRIPSI INI SECARA LENGKAP sebagai referensi HUB 085646047087
KODE: CTL-01
--
www.cairudin.blogspot.com
www.cairudin2blogspot.com
www.rudien87.wordpres.com
No comments:
Post a Comment